Dengan penuh cita ku sampaikan
Ku alunkan ku lambaikan
Sebuah jalan saat kita bertatap
Disampingnya terdapat semak manja
Bebatuan hitam yang terpaku
Dengan udara yang meraba
Sebagaimana kata tak terabaikan
Tak pula diminati orang
Sekaku ranting di pohon itu
Namun jawabmu begitu halus
Begitu lembut seperti kapas dalam tempurungnya
Pada hari itu menurunlah cita
Layaknya buta dengan warna
Hanya dia yang penuh dengan warna cinta
Lewati arus di batasan waktu
Menua hingga waktu menghentikannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar