Semaunya kau tumpahkan
Semaunya kau limpahkan
Hujan yang rumpang di mata bumi
Ketika awan yang lindungimu menutup hati dengan gelapnya
Pergilah kau tiada pamit pada awan
Hancurkan isi hati awan
Dengan rendah burung melintas diantara butir tragedi
Menyumpah kata-kata yang tak sepaham
Tiap kata mempunyai warna, tiap warna gambarkanmu, tiap gambaranmu jatuh, pecah
Kamu adalah tiap kata yang goyah, tiap butir yang serakah pada tanah
Diterimamu oleh tanah tapi kau tinggalkan
Menyatu dengan embun tapi
Merayu pada terik untuk membawamu
Balik pada awan
Kata tentang rasa nikmat telah dibangunkan lagi dari kesementaraan
Katamu
Semaunya kau limpahkan
Warna-warna hidupmu yang hidupkan angin tuk beranjak dari tidurnya
Meniup daun yang hendak pergi dari pangkalnya, tanpa menyicip nikmat yang diberikan dahannya
Sejuta kristal bentuklah embun dedaunan
Ramai-ramai kisahkan hujan semaunya
Tinggalkan daun kuning yang telah jatuh dari pohonnya
Tinggalkan tanah yang terimanya
Tinggalkan awan yang lindunginya
Tinggalkan kisah berlumur kenangan
Minggu, 17 September 2017
Hujan Semaunya
Langganan:
Postingan (Atom)