Minggu, 30 April 2017

Sedetik Rindu

Dalam detik gerakan mimpi putuskan sepi
Memecah tempurung malam

Apakah? Apa kau tahu sedetik lalu aku cintaimu?
Apa pikirmu itu?
Cinta dalam detik ini hanya berbatas jengkal
Tak mungkin aku mengerti
Detik umpama kekal
Sesaat mentari lenyap udaranya terhenti
Menari nari dalam kehentian waktu
Yang sesaat berjalan kembali
Aku hanya kebutaan harap
Secawan hujan impian
Aku pernah temukan intan
Tersemat disela fajar lalu hilang dimakan pagi
Diantara detik semayamkan rasaku
Buangnya tiada berlalu
Tak tahu haru apakah deru
Ku yakin, kau takkan kembali
Biar sedetik
Aku tahu kau tiada rindu
Bahkan angan
Sedari awal
Memberi tahu apa mimpi telah selesai
Aku hanya ingin hidupku
Terbang bersama sayapku
Seperti biasa
Meski tiada kau di hari ini
Karena kau lenyap berlari
Tinggalkan bumi juga mentari
Juga puisi di sanubari
Entah itu kau atau aku
Mata kita tak pernah tertuju
Fana memekikkan kenyataan
Di batas detikan sang waktu
Rindu menghabisiku