Senin, 29 Mei 2017

Senja

Suara suara senja
Jauh dalam diantara rerumputan
Memanggil harapan dengan penuh cita
Memantik setengah rasa dalam nurani

Ku ingin layaknya langit
Penuh dengan bintang
Penuh dengan awan
Rasa cinta dari tiap bintang
Rasa rindu dari tiap awan

Atau hanya lembayung
Yang pantulkan tawa
Pada senja

Sabtu, 20 Mei 2017

Mentari

Masih kulihat mentari yang telah rapuh
Ajari si kecil bulan cara sinari dunia

Tarian jemari lihai memilih memilah
Permata permata biru
Sapuan angin laut mendatangi
Bawa deru ombak pada beribu pasir
Seakan tak peduli,
Jemari tetap menari, kaki terpasung bumi
Tertekuk terhimpit sesak
Lupa akan luka yang pernah ia derita
Lupa akan sakit yang dulu ia rasa
Mata hanya menuju permata
Sinar biru menyelimuti mata itu
Jemarinya masih menari
Mengais permata permata biru

Malam lalu deburan ombak,
Bawa karang menuju laut
Kikis pasir menuju laut
Semua diam, juga rasa
Tidak luput bersama permatanya

Malam itu kulihat mentari, pergi tinggalkan bulan

Senin, 01 Mei 2017

Layang Menanti

Layang menanti,
Kembang dalam sanubari
Tak seperti tiga atau empat waktumu
Bahkan bukan pula sebanyak hidupmu
Tidak pernah sama dalam anganmu
Dia, ulurkan telunjuknya
Kamu gapai ia dengan asa
Beri harap lemah yang tak selalu jelas
Aku tak seindah kata yang tersampai
Bahkan tulisan itu lebih indah dariku
Layang yang kau beri padanya
Kudengarkan warna dari tiap bait
Tiap tiap suku setiap abjad dalam katamu
Tafsirkan kesalahan bak memaklumi
Layang menanti,
Resah selimuti malam ini
Tiada tawa tangis wajahmu
Yang aku rindukan mimpi
Sesaat terlintas sebuah gores pena
Tersemat katamu
Mungkin aku bukan satu satunya persinggahanmu
Mungkin aku bukan ah sudah
Aku tak akan bicara
Segores luka dari pena yang kau sandarkan
Layang memati