Masih kulihat mentari yang telah rapuh
Ajari si kecil bulan cara sinari dunia
Tarian jemari lihai memilih memilah
Permata permata biru
Sapuan angin laut mendatangi
Bawa deru ombak pada beribu pasir
Seakan tak peduli,
Jemari tetap menari, kaki terpasung bumi
Tertekuk terhimpit sesak
Lupa akan luka yang pernah ia derita
Lupa akan sakit yang dulu ia rasa
Mata hanya menuju permata
Sinar biru menyelimuti mata itu
Jemarinya masih menari
Mengais permata permata biru
Malam lalu deburan ombak,
Bawa karang menuju laut
Kikis pasir menuju laut
Semua diam, juga rasa
Tidak luput bersama permatanya
Malam itu kulihat mentari, pergi tinggalkan bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar