Senin, 20 Februari 2017

Layaknya Tumbal

Ah bulan mengapa kau dekap aku
Manjakan aku yang hanya sebatas kelam
Maniskan aku yang hanya tebar sengsara
Bahkan saat hujan datang menambah gelapku
Aku tak bisa menjadi seterang dia
Ah bulan mengapa kau memilih aku
Menemani cahayamu
Yang terangi sedikit siksaku
Meski kadang redup
Meski kadang hidup
Ah bulan aku hanya tak ingin tergantung
Menggantungmu dan paksa kau temani aku
Tapi mengapa sesaat kau tersenyum
Dengan cahayamu
Menerangi meski tertutup awan
Aku ketakukan jika perlahan kau hilang
Atau dengan cepat dilenyapkan bintang
Ah bulan mengapa kau begitu
Aku hanya hitam
Aku hanya raja yang kesepian
Menyengsarakan mereka yang tak tahu jalan
Menyesatkan mereka yang berjalan
Hilangkan bukti bahwa neraka menunggu
Bulan kau beri setitik arti pada keberadaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar